Wanita penuntun, dengan defisit nalar
Penuntun
sayu mata terbelalak
mencari dalam gelap
sampai secercah terang menghampiri
lampion berpijar kuning merah
terangi lorong gelap, dindingnya hitam
cercah itu datang padaku,
seumpama tangan menarik tanganku
menuntun, sebagai pemandu tak terduga
ia beri tenaga permulaan
lalu munculkan keajaiban
Wanita
rupanya aku lupa
aksara lama penghambur peristiwa
lalu engkau datang, wanita
ingatkan betapa penting aksara
cepat sekali, engkau buka dadaku
lalu ukir aksara-
rebana bertalu-talu secepat degup jantungku
Defisit nalar
kanan kepala melayang
berlogika
kirinya bernostalgia
sesukanya
mata tambah lebar terbuka
membelalak
mulut menggerutu
ceratu, cucuk kusut
juratan kening tersirat
air keluar, sebutiran jagung
basahi tubuhnya
mencoba menanam benih kata
sayu mata terbelalak
mencari dalam gelap
sampai secercah terang menghampiri
lampion berpijar kuning merah
terangi lorong gelap, dindingnya hitam
cercah itu datang padaku,
seumpama tangan menarik tanganku
menuntun, sebagai pemandu tak terduga
ia beri tenaga permulaan
lalu munculkan keajaiban
Wanita
rupanya aku lupa
aksara lama penghambur peristiwa
lalu engkau datang, wanita
ingatkan betapa penting aksara
cepat sekali, engkau buka dadaku
lalu ukir aksara-
rebana bertalu-talu secepat degup jantungku
Defisit nalar
kanan kepala melayang
berlogika
kirinya bernostalgia
sesukanya
mata tambah lebar terbuka
membelalak
mulut menggerutu
ceratu, cucuk kusut
juratan kening tersirat
air keluar, sebutiran jagung
basahi tubuhnya
mencoba menanam benih kata
Wanita penuntun, dengan defisit nalar
Reviewed by SEJUKPRIANTO
on
17.46
Rating:

Tidak ada komentar