Perataan Pendidikan Bukan Hanya Tugas Pemerintah
Perataan Pendidikan
Bukan Hanya Tugas Pemerintah
Indonesia adalah negara dengan total populasi manusia sejumlah 250 juta
jiwa dan merupakan negara dengan jumlah penduduk tertinggi keempat. Dengan
jumlah penduduk yang sebanyak itu, 75 juta di antaranya adalah penduduk usia
sekolah (Liputan6.com Jakarta). Dengan
kondisi ini maka indonesia sebagai negara yang dalam keadaan berkembang masih
memiliki banyak PR besar soal sektor pendidikan. Pendidikan sendiri
merupakan wahana pembentuk karakter bangsa yang memiliki sekolah-sekolah dan
juga lembaga pendidikan negri maupaun swasta lainya sebagai lokasi penting dimana para "Nation
Builders" Indonesia diperisapkan dengan harapan dapat berjuang membawa
negara bersaing di kancah global.
Jika di tilik dari keadaan umum di indonesia,
pendidikan di negara kita ini sedang dalam tahap pembangunan, pemerintah telah
berusaha dan mensuport pemberdayaan pendidikan untuk lebih maju lagi, hal ini
dibuktikan dengan penganggaran yang sampai 20% pada rincian APBN. Setiap
tahunya pemerintah selalu meningkatkan anggaran untuk pendidikan, hal ini juga
bisa dibuktikan dengan kenaikan sebesar 18 triliun yang sebelumnya sejumlah 426
triliun pada tahun lalu menjadi 444 triliun untuk tahun ini.
Uraian di atas merupakan bukti-bukti bahwasanya pemerintah Indonesia memang berkerja dan sedang melakukan pembanguna dalam sektor pendidikan, guna memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia yang masih dalam peringkat bawah diantara negara-negara di dunia.
Namun walaupun pemerintah telah melakukan gerakan-gerakan untuk mereformasi siklus pendidikan di Indonesia melalui berbagai cara, tapi seperti masih belum menemukan titik terang. Sebenarnya apa yang salah dengan sistem pendidikan di indonesia. Apakah Indonesia masih belum siap untuk menuju era Globalisasi ini?.
Tingkat pendidikan yang rendah ini bisa disebabkan
beberapa faktor, mulai faktor alam juga faktor manusia yang memanagemen
kegiatan pemerintah pun masyarakat yang merupakan faktor penentu kemajuan
bangsa. Menilik hal ini saya teringat dengan pelajaran PKN waktu SMP tentang
pengertian Demokrasi bahwasanya “demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, untuk
rakyat dan oleh rakyat”. Rakyat yang di dalam pengertian tersebut merupakan
objek sekaligus subjek penentu yang dibolak balikan oleh wewenang yang
dikembalikan kedirinya sendiri.
Dalam wajah pendidikan Indonesia, objek utama yang
harus berperan aktif selain Pemerintah adalah masyarakat itu sendiri.
Pemerintah yang akan terus mensuport kegiatan di dalam sektor pendidikan
apabila dari dalam masyarakat itu sendiri memiliki keinginan untuk menempuh
pendidikan dan menambah wawasan. Di dalam Indonesia sendiri pemerintah masih
harus mengurusi masalah motifasi kepada masyarakat yang pada dasarnya adalah
sebuah tugas yang sangat sepele tapi mendasar sekali, alangkah banyak urusan
pemerintah dan masih disulitkan dengan urusan untuk ngobrol sama masyarakatnya
untuk mengajak menjadi manusia yang berpengetahuan luas dan memiliki
intelektualitas yang bagus. Pemerintah bukan seperti Mario Teguh atau konsultan
motifasi mas, pemerintah hanya memberikan saran dan prasarana penunjang untuk
pendidikan. Nah untuk teknisnya tinggal masyarakatnya mau atau tidak untuk
diajak meningkatkan pengetahuanya. Ingat, Semakin tinggi intelektualitas dan
wawasan masyarakatnya maka semakin besar peluang pemerintah untuk menunjang
kegiatan-kegiatan dan ini bukan hanya untuk pendidikan, keseluruhan indonesia
sebagai suatu negara akan lebih baik jika dari masyarak itu sendiri sadar
bahwasanya pendidikan itu penting dan harus dikembangkan agar mereka tidak
ketinggalan zaman dan faham gelagat kemanusiaan yang akan menjerumuskan dirinya
kejalan yang buruk.
Rakyat seharusnya
lebih mawas dan faham perkembangan jaman, bukan hanya menuntut agar pemerintah
berkerja lebih dan mengeluarkan anggaran besar. Masyarakat disini seharusnya
sudah lebih dewasa dan bisa bersinergis dengan pemerintahan, bukan malah
menghakimi dan menilai pemimpin, dikira pemimpin beserta jajaranya itu dewa,
tidak punya kesalahan, selalu benar dan mengetahui semua kemauan rakyatnya.
Tidak semua rakyat mau ke satu arah, banyak kelompok-kelompok dari masyarakat
yang memiliki tujuan sendiri. Wahai
masyarakat jangan mau di jadikan bahan untuk memojokan orang, jangan mau jadi
senapan sekaligus peluru untuk menembak mati seseorang yang belum tentu
bersalah, lakukan studi lebih dalam, berikan pendapat. Ingat kebaikan akan di
balas kebaikan.
Jadi masalah utama adalah kesadaran dari masyarakat
yang masih perlu dilakukan perukiahan agar setan-setan yang bersarang di kepala
masyarakat itu hilang, sehingga timbul pemikiran-pemikiran baru untuk ikut
menambah pengetahuan.
Dalam sektor politik, jika masyarat memiliki pendidikan tentang politik maka masyarakat dapat memonitoring bagaimana jalanya politik di Indonesia. Mulai dari semua kegiatan KKN akan segera dipecahkan, tidak akan ada kerusuhan-kerusuhan pendukung atau kerusuhan kelompok juga kerusuhan antar umat yang biasa juga ditimbulkan oleh orang-orang yang memiliki tujuan khusus (bisa politik atau lainya) agar memperkeruh hubungan masyarakat satu dengan masyarakat lainya, atau masyarakat kepada pemerintah yang membuat kegonjangan dalam negara. Kerusuhan-kerusuhan tidak akan terjadi jika masyarakat tahu atau minimal dapat berfikir kritis bagaimana mencari jalan keluar, dengan mencari duduk persoalanya terlebih dahulu sebelum beeraksi demo jadi peluru dari senapan yang tidak tau siapa.
Pemerintah dalam setiap penetapan keputusan baik anggaran pun kenaikan harga pasti sudah memikirkan dengan matang dan pertimbangan-pertimbangan yang luas agar terjadi keseimbangan di masa yang akan datang. Jika memang terjadi penyelewengan maka tugas masyarakatlah untuk melakukan pemboikotan dengan teknis yang benar dan tepat, sehingga pemerintah juga memandang masyarakat yang berpengetahuan luas juga faham keadaan luas untuk bersinergi dalam memutuskan segala urusan.
Untuk sektor Ekonomi akan menjadi lebih baik bila pendidikan juga baik, semain banyaknya tenaga profesional dalam masyarakat maka semakin banyak tenaga kerja berkompeten untuk membangun unit-unit usaha atau tenaga kerja yang mampu bersaign di kancah global sehingga memperbaiki perekonomian di Indonesia.
Contohnya dengan adanya tenaga kerja profesional dalam bidang pertanian akan membuat terobosan-terobosan baru dalam bidang pertanian, sehingga produksi di sektor pertanian meningkat setiap tahunya. Peningkatan setiap tahunya itu akan memenuhi kebutuhan dalam negri dan semakin baik lagi jika bisa ekspor keluar dan menambah pemasukan devisa negara.
Dalam bidang sosial maka akan terjadi perbaiakan pula, apalagi dengan adanya pendidikan berkarakter yang menekankan pada karakter-karakter ahlak yang baik. Jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan bersemangat kerja dengan tetap mematuhi peraturan-peraturan bahakan memeiliki norma yang baik dalam berkehidupan bermasyrakat, bersosialisasi dan berinteraksi dengan hati, memiliki jiwa empati terhadap sesama, sugesti dan juga motifasi untuk mengajak masyrakat lain dalam memajukan negara indonesia.
Selain itu pendidikan yang baik juga akan mempengaruhi sektor hukum di Indonesia. Jika masyrakat tak berpendidikan dan tak faham tentang hukum maka akan terjadi pembodohan hukum dari oknum-oknum yang tak berperi kemanusiaan. Contohnya jika masyarakat tak faham akan hukum-hukum dan pasal-pasal maka oknum yang faham bisa melakukan manipulasi hukum dengan memonopoli pemikiran. Atau dengan contoh seorang koruptor yang korupsi triliunan rupiah hanya dihukum beberapa bulan sedang nenek-nenek tua yang butuh makan mencuri singkong dihukum sampai 3 tahun ini jelas kesalahan dan hukum atau cacat hukum, masyarakat tentu tahu ini salah. Namun, masyarakat tak faham bagaimana melakukan protes dalam hukum sampai terjadian kebiosuan yang abadi tanpa ada titik temu, lebih parah lagi sampai masyarakt itu sndiri menjadi korban.
Lingkunga yang akan tebentuk apabila masyarakat yang ada di lingkungan tersebut memiliki wawasan yang bagus dan berkarakter yang baik, semua tatanan hidup tetratur dan terstruktur mengalir dari hulu menuju hilir sehingga terjadi keharmonisan dalam ekosistem lingkungan hidup manusia.
Mulai dari rumah , lalu ekosistem lingkungan beragama, komplesk rumah dan lain sebagaianya jika teratur maka anak yang terlahir dari ekosistem tersebut merupakan anak-anak yang baik.
Jadi marilah kawan-kawan setanah air indonesia, kita sebagai masyarakat di Negara Indonesia ini untuk semakin sadar bahwasanya pendidikan itu penting, dan pemerintah juga perlu dukungan dari kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Merdeka!.
Perataan Pendidikan Bukan Hanya Tugas Pemerintah
Reviewed by SEJUKPRIANTO
on
08.44
Rating:

Tidak ada komentar