sajak Cuplikan cerpen
Percakapan sepasang kekasih (perempuan-pria)
Menuliskan sesuatu yang tak bisa tertuliskan
Aku terkadang tak sadar.
Hanya keiklaslah yang bersifat begitu
Menuruti semua maumu,
Tanpa ada kata ah atau apalah
Aku menyebutnya ketulusan
Mungkin ia bersaudara dengan iklas
Sehingga keduanya saling bersamaan
Atau mungkin mereka, kesetiaan.
Akar kejujuranlah yang melambangkan kesetiaan
Bukan itu mereka, dengarlah
Tanah gambut harus terus basah
Agar tak retak, harus terus tergenang
Kasih sayang yang harus mengalirinya
Dan semoga kau tiada surut
Tapi, aku mulai takut
Akan sebuah peristiwa
Memunculkan kabut, walau entah apinya dimana
Mungki aku tak sengaja
Atau, juga Karena hal kecil yang kau besarkan
Menjadi masalah yang buat kita berjarak
Itu kebosanan, membelenggu
Semoga kebosanan itu tak datang
Melanda sepasang kekasih
Kita, hakikinya tercipta
Tuk Bersama
Hiasilah hari kami tuhan
Dengan hari yang bahagia
Dan munajatku dalam doa yang selalu terucap
Terlekas doa tuk ayah dan bunda, serta diriku
Tersuara pula namamu, sayang
Agar selalu terlimpah rahmat tuhan
Kesehatan pun juga rejeki
Bersama keheningan malam, hujan purnama
sajak Cuplikan cerpen
Reviewed by SEJUKPRIANTO
on
23.02
Rating:

Tidak ada komentar