Puisi ku
Mengusik luka, terpikul oleh haluan rindu
Pusaka mentari redup sembari meniup harmoni
Kenistaan tiada lagi, hanya sesaat
Memaki insan, terikat-
Berat, Memangku kebusukan nurani
tak kunjung hilang baunya
Meski tersiram puluhan kali oleh guyuran kembang.
Tak juga padam api jika kokoh birahi
nafsu tumbuh karna haluan
Menuju sesuatau yg terangan
Memancing keingin tahuan
Memicu diriku untuk terjun bebas menuju pertempuran
Antara batin dan jiwa, seperti Ibrahim yang terbangun dari mimpinya
Pikiran itu yg terus mengusik tidurku
Hingga mimpi lain tak lagi mau meniliku
Jahanam engkau jahanam hatiku
Begitukah murka jiwaku
tenang wahai pikiran, walau
Tak kunjung datang jalan menuju pulang
Pelataran rumah dengan daun seri
Kicauan burung pelatuk memaki
Tanpa haru aku pergi
Tak akan kembali
Terimakasih jalinan ini
Aku pulang
Ttd sejuk
Pusaka mentari redup sembari meniup harmoni
Kenistaan tiada lagi, hanya sesaat
Memaki insan, terikat-
Berat, Memangku kebusukan nurani
tak kunjung hilang baunya
Meski tersiram puluhan kali oleh guyuran kembang.
Tak juga padam api jika kokoh birahi
nafsu tumbuh karna haluan
Menuju sesuatau yg terangan
Memancing keingin tahuan
Memicu diriku untuk terjun bebas menuju pertempuran
Antara batin dan jiwa, seperti Ibrahim yang terbangun dari mimpinya
Pikiran itu yg terus mengusik tidurku
Hingga mimpi lain tak lagi mau meniliku
Jahanam engkau jahanam hatiku
Begitukah murka jiwaku
tenang wahai pikiran, walau
Tak kunjung datang jalan menuju pulang
Pelataran rumah dengan daun seri
Kicauan burung pelatuk memaki
Tanpa haru aku pergi
Tak akan kembali
Terimakasih jalinan ini
Aku pulang
Ttd sejuk
Puisi ku
Reviewed by SEJUKPRIANTO
on
21.54
Rating:

Tidak ada komentar